Silaturahim Manajemen Asrama Persahabatan bersama 30 Besar Calon Presiden OPMAZ, Meneguhkan Pendidikan Karakter di Ma’had Al-Zaytun

asrama
0

Dalam rangka memperkuat pembinaan kepemimpinan pelajar dan menumbuhkan budaya dialog yang konstruktif, Manajemen Asrama Persahabatan menerima kegiatan silaturahim 30 besar Calon Presiden Organisasi Pelajar Ma’had Al-Zaytun (OPMAZ) Dharma Bakti 23, Rabu, 21 Januari 2026, pukul 19.00–20.30 WIB, bertempat di Ruang Pertemuan 129 Asrama Persahabatan. Kegiatan ini turut dihadiri jajaran Mudabbir, Presiden dan Pengurus OPMAZ, serta unsur manajemen asrama sebagai bagian dari penguatan sinergi kelembagaan.


Mudabbir Asrama Persahabatan, Ustadz Khairul Amri Pratama, S.Pd., dalam pengantarnya menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan forum silaturahim dan dialog kekeluargaan antara calon presiden dan pengurus OPMAZ dengan manajemen asrama. Melalui suasana yang cair dan terbuka, para peserta diharapkan dapat membangun komunikasi yang sehat dengan manajemen asrama sebagai mitra strategis dalam pembinaan kehidupan pelajar.

Lebih lanjut, ia menjelaskan makna mudabbir sebagai “pengatur urusan” sebagaimana disebutkan dalam Surah An-Nazi’at ayat 5 "fal mudabbirāti amrā". Menurutnya, tugas pengelolaan asrama dan pembinaan pelajar bukanlah tanggung jawab personal, melainkan amanah kolektif yang menuntut kerja sama, koordinasi, dan sinergi seluruh unsur pengelola.

Dalam kesempatan tersebut, Mudabbir juga menegaskan bahwa seluruh civitas Ma’had Al-Zaytun dibimbing oleh kurikulum L-STEAMS yang digagas oleh Syaykh Al-Zaytun, sebagai landasan peningkatan mutu pendidikan secara komprehensif, meliputi aspek akademik, karakter, spiritualitas, dan tanggung jawab sosial. Kesadaran diposisikan sebagai fondasi utama pembentukan karakter, yang diibaratkan seperti akar pada pohon: tidak tampak di permukaan, namun menjadi penopang utama pertumbuhan dan keteguhan seluruh bagian lainnya.

Nilai kesadaran tersebut, lanjutnya, tercermin dalam perilaku kemanusiaan seperti empati, kejujuran, tanggung jawab, serta kepedulian terhadap sesama dan lingkungan. Ia mencontohkan ajaran SyaykhAl-Zaytun tentang etika terhadap alam, termasuk memperlakukan pohon yang akan ditebang dengan penghormatan dan rasa tanggung jawab, sebagai bentuk penerapan kesadaran filosofis dan ekologis dalam kehidupan nyata.

Selain pemaparan nilai-nilai dasar kepemimpinan, kegiatan ini juga diisi dengan pengenalan struktur Manajemen Asrama Persahabatan beserta peran masing-masing bagian, penguatan pelaksanaan Unsyithah Yaumiyah dan “Sapta Janji”, serta evaluasi terhadap pemahaman presiden dan pengurus OPMAZ mengenai perbedaan konsep program, event, dan kegiatan. Melalui silaturahim ini, para calon presiden dan pengurus OPMAZ diharapkan memiliki bekal yang lebih matang dalam merancang dan melaksanakan program organisasi, termasuk kegiatan Darma Bakti, secara terarah, terstruktur, dan bermakna. Kegiatan ditutup dengan penyampaian apresiasi kepada seluruh panitia atas terselenggaranya acara secara tertib dan lancar. (Achmad Irfan)


Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default