Kegiatan Evaluasi Pekanan Petugas 130 Al Madani kembali digelar pada Kamis, 19 Februari 2026, setelah tarawih pukul 20.30 s.d. 22.25 WIB di Kantor Manajemen 130. Forum yang dipimpin oleh Mudabbir Ust. Imam Muhajir Rahman didampingi Wakil Mudabbir Ust. Marzuki serta Sekretaris Ust. Budiyanto ini menjadi ruang konsolidasi penting bagi para petugas dalam menata kesiapan program, pelayanan pelajar, serta penguatan sistem pembinaan selama bulan Ramadhan dan menjelang kepulangan pelajar. Dari total peserta, sebanyak 19 orang hadir, sementara lainnya berhalangan karena relaksasi, izin takziyah, dan sakit.
Laporan pertama disampaikan oleh Ust. Sofngali dari bagian administrasi yang memaparkan perkembangan persiapan belajar di masyarakat. Ia menjelaskan bahwa pengurusan dokumen BIT masih menyisakan sembilan pelajar yang belum menyerahkan berkas, sebagian karena tertinggal di rumah dan sebagian lainnya hilang. Wali kamar diminta membantu proses pengurusan ulang dengan target penyelesaian pada Ahad mendatang. Selain itu, proses stempel kepulangan, pengambilan kwitansi pelunasan, serta entry data administrasi terus dilanjutkan agar tidak menumpuk menjelang kepulangan pelajar.
Selanjutnya, Ustdh. Iqlim Amaliya dari bagian kesiswaan menekankan pentingnya kesiapan personal pelajar. Ia menyampaikan bahwa wali kamar telah diinstruksikan memastikan kerapian rambut pelajar melalui program pangkas rambut terjadwal. Selain itu, data perlengkapan pribadi akan dibagikan bersamaan dengan BIT agar pelajar mengetahui kebutuhan yang wajib dibawa kembali ke kampus. Jika terdapat kekurangan, pengadaan akan dilakukan secara kolektif melalui toko untuk menjaga keseragaman standar.
Ust. Yusup Abdurrohman dari bagian kesling melaporkan progres bakti lingkungan yang telah diselesaikan lebih dari 50 persen pelajar sebanyak sepuluh kali kegiatan. Area taman blok A, B, E1, dan E2 telah dibersihkan dan akan dilanjutkan ke blok C dan D serta pembersihan drainase. Ia juga menyampaikan bahwa alat kebersihan baru telah diterima, dengan harapan kamar ditinggalkan dalam kondisi bersih saat pelajar menjalani program di masyarakat. Koordinasi pembayaran alat kebersihan melalui tabungan pelajar akan disosialisasikan melalui pengumuman resmi.
Pada sesi berikutnya, Ust. Teguh Sulistiono dari bagian tabungan menjelaskan kendala validasi keuangan akibat libur nasional Imlek yang menyebabkan keterlambatan penerimaan rekening koran. Ia mengungkapkan terdapat 131 pelajar dengan saldo minus mencapai sekitar Rp6 juta dan berpotensi meningkat hingga Rp8 juta setelah pemotongan pengadaan alat kebersihan. Oleh karena itu, wali pelajar akan diingatkan untuk segera melakukan pengisian saldo sebelum masa kepulangan.
Laporan sarana dan prasarana disampaikan oleh Ust. Hamdi Arif Rohman yang menyebutkan sejumlah perbaikan telah selesai, termasuk plafon kamar 605 dan 606, pompa air, serta sistem RO. Ke depan, pemasangan kawat nyamuk di lantai dua dan tiga akan dilakukan saat liburan, disusul perbaikan plafon lanjutan oleh bagian pembangunan sebagai upaya menjaga kenyamanan hunian pelajar.
Dalam arahannya, Sekretaris Ust. Budiyanto menyoroti perlunya perubahan pola kerja dari ketergantungan individu menuju sistem yang berjalan otomatis. Ia menegaskan setiap kejadian terkait pelajar maupun guru harus segera dilaporkan kepada Mudabbir. Ia juga menekankan penguatan koordinasi administrasi, kewajiban tadarus dua juz per hari bagi guru selama Ramadhan, serta kesiapan pengawasan kegiatan sahur, tarawih, dan kepulangan pelajar agar berjalan tertib dan terkoordinasi.
Wakil Mudabbir Ust. Marzuki dalam arahannya menegaskan bahwa keamanan pelajar harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan. Ia mengingatkan pentingnya protokol jelas saat pelajar menuju masjid agar tidak menimbulkan celah pelanggaran tata tertib. Ia juga menyampaikan hasil forum bersama yang menyetujui pelaksanaan medical check-up (MCU) sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan sivitas, sekaligus memastikan pelajar pulang dalam kondisi sehat, bahagia, dan siap kembali ke keluarga.
Mudabbir Ust. Imam Muhajir Rahman dalam arahannya menekankan bahwa perlindungan terhadap pelajar harus memiliki konsep dan protokol yang jelas, bukan sekadar niat baik. Mudabbir mengajak seluruh petugas menjadikan Ramadhan sebagai momentum pembinaan karakter melalui pengendalian diri, kedisiplinan, serta pendekatan edukatif yang manusiawi. Puasa bukan tentang memaksakan ketahanan fisik, melainkan latihan menata diri secara sadar, sehingga pelajar perlu dibimbing dengan pemahaman yang benar, termasuk menjaga kesehatan dan pola makan yang seimbang.
Pada bagian lain arahannya, Ust. Imam juga mengingatkan pentingnya ketertiban pelajar saat berbuka di luar asrama dengan tetap didampingi pembimbing. Ust. Imam mencontohkan semangat kerja dan kemandirian melalui kisah YAB. Syaykh menginventarisasi ribuan pohon durian di lahan Cijambe sebagai gambaran ekonomi berbasis kerja nyata, bukan hasil instan. Ust. Imam menutup dengan ajakan menjaga kesehatan bersama, memperkuat nilai kesederhanaan, serta memaknai kebersamaan di lingkungan asrama sebagai rumah utama dalam menyambut Ramadhan dan Idulfitri. Evaluasi malam itu pun menjadi pengingat bahwa pembinaan sejati lahir dari keteladanan, kedisiplinan, dan pelayanan yang penuh tanggung jawab. (Budiyanto)


.jpeg)
