Tim Bimbingan Konseling MPAP kembali meneguhkan perannya sebagai ruang pembinaan karakter melalui kegiatan Bimbingan dan Konseling Kelompok bagi pelajar kelas 7 B 07, Selasa sore, 13 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 18.15 hingga 19.30 WIB ini diikuti oleh seluruh 24 pelajar kelas 7B07 dan berlangsung dalam suasana hangat, terbuka, serta penuh refleksi.
Bimbingan kelompok ini difokuskan pada penguatan kesehatan emosional pelajar melalui materi bertema “Mengenal Rasa Bersalah dan Cara Mengelolanya.” Materi disampaikan oleh Ustdh. Dina Salamah, S.Pd., dengan pendampingan Ustdh. Dinna Fi Sabilla, S.Pd. Kegiatan ini dirancang untuk membantu pelajar memahami emosi dasar yang kerap muncul dalam proses tumbuh kembang, sekaligus membekali mereka dengan cara-cara sehat dalam mengelola perasaan tersebut.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan dan apersepsi yang mengajak pelajar mengenali pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan rasa bersalah. Dalam suasana dialogis, pemateri mengajak pelajar menyadari bahwa rasa bersalah adalah bagian dari proses belajar, selama dikelola dengan cara yang tepat dan bertanggung jawab. Pendekatan ini membantu pelajar merasa aman untuk berbagi dan tidak merasa dihakimi.
Kolase kegiatan Bimbingan Konseling di Asrama Al Musthafa
Bagian inti kegiatan diisi dengan pemaparan materi yang dikemas ringan dan komunikatif, dilanjutkan dengan role playing bertema “Maaf dan Perbaikan.” Melalui simulasi peran, pelajar diajak mempraktikkan cara meminta maaf, menerima kesalahan, dan mengambil langkah perbaikan secara konkret. Metode ini membuat pelajar tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga merasakannya secara langsung.
Selama kegiatan berlangsung, para pelajar tampak aktif dan antusias. Interaksi dua arah terbangun dengan baik, mencerminkan keterbukaan dan kepercayaan antara pelajar dan pembimbing. Seluruh peserta hadir tanpa kecuali, menunjukkan minat dan kesadaran pelajar terhadap pentingnya pembinaan aspek emosional dan sosial.
Pendamping kegiatan, Ustdh. Dinna Fi Sabilla, S.Pd., menyampaikan bahwa bimbingan kelompok seperti ini penting untuk membantu pelajar membangun kepekaan diri, empati, dan tanggung jawab personal. Kemampuan mengenali dan mengelola rasa bersalah dipandang sebagai fondasi penting dalam pembentukan akhlak, kedewasaan emosi, dan hubungan sosial yang sehat di lingkungan asrama.
Kegiatan bimbingan dan konseling kelompok ini ditutup dengan refleksi bersama dan peneguhan pesan bahwa setiap kesalahan adalah peluang untuk belajar dan memperbaiki diri. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan dengan baik dan tertib. Melalui pembinaan yang berkelanjutan, Asrama Al-Musthafa berharap pelajar mampu tumbuh menjadi pribadi yang sadar diri, berani bertanggung jawab, serta mampu memaafkan diri dan orang lain dalam perjalanan pendewasaan mereka. (Budiyanto)
Komentar
Posting Komentar