Kegiatan ini didampingi langsung oleh para pembimbing, yakni Ustadzah Fitroh, Ustadzah Wardah Madani, Ustadzah Rizki Amalia, dan Ustadzah Khaerun Nisa. Keempatnya berperan aktif mengarahkan, mengoordinasikan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan tertib dan aman. Sebelum pelaksanaan, peserta dikumpulkan di lantai masing-masing untuk menerima arahan teknis dan pembagian tugas, sebagai bagian dari edukasi awal tentang tanggung jawab, disiplin, dan kepedulian terhadap lingkungan.
Membersihkan Tangga Utama Asrama Persahabatan
Dalam pelaksanaannya, tugas dibagi ke dalam dua ranah utama: di dalam dan di luar asrama. Peserta yang bertugas di dalam asrama membawa perlengkapan kebersihan masing-masing sesuai penugasan, sementara peserta yang bertugas di luar asrama diingatkan untuk menggunakan alas kaki demi keselamatan. Pembagian tugas dilakukan secara terstruktur, mulai dari operasi semut sampah plastik, menyapu dan mengepel selasar, tangga utama, hingga membersihkan ruang-ruang strategis dan mengelola pembuangan sampah ke TPS Utara.
Beragam titik menjadi sasaran kegiatan, di antaranya taman-taman asrama, balkon, blok hunian, selasar tengah, tangga utama dari lantai atas hingga basement, serta area kamar mandi dan ruang administrasi. Aktivitas ini tidak hanya menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat, tetapi juga melatih peserta memahami bahwa kebersihan lingkungan adalah hasil dari kerja bersama dan kepedulian kolektif.
Menyapu halaman Taman Asrama
Petugas Manajemen Kebersihan Lingkungan Asrama Persahabatan, Ustadz Haris Nurfatah, S.Sos., menegaskan bahwa bakti lingkungan memiliki makna lebih dalam dari sekadar rutinitas kebersihan. Menurutnya, kegiatan ini merupakan sarana edukasi karakter yang efektif, karena melibatkan interaksi langsung antara pelajar dan lingkungannya. “Kesadaran ekologis tumbuh dari hubungan timbal balik antara perilaku warga asrama dan kualitas lingkungan hidup. Dari kebiasaan kecil inilah mental kepedulian dibentuk,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di Asrama Persahabatan dilakukan secara terjadwal setiap dua hingga tiga hari sekali, mengingat sebagian besar sampah yang dihasilkan merupakan sampah anorganik seperti plastik. Selain itu, pelajar juga dilibatkan dalam perawatan tanaman dan ruang hijau untuk menumbuhkan rasa memiliki terhadap lingkungan. Sistem bakti lingkungan terjadwal, khususnya bagi pelajar kelas 4, 5, dan 6, diterapkan untuk melatih kedisiplinan waktu, tanggung jawab, dan konsistensi dalam menjaga kebersihan.
Membersihkan Selasar Lantai 1 Asrama Persahabatan
Melalui Bakti Lingkungan Harian ini, Asrama Persahabatan tidak hanya membangun ruang yang bersih dan nyaman, tetapi juga menanamkan nilai bahwa asrama adalah rumah bersama yang harus dijaga. Dengan pembiasaan yang berkelanjutan, diharapkan seluruh warga asrama—pelajar, pembimbing, dan pengurus—memiliki kesadaran penuh bahwa kepedulian terhadap lingkungan adalah bagian dari iman, karakter, dan tanggung jawab bersama dalam kehidupan sehari-hari. (Dina-untuk Indonesia)
Komentar
Posting Komentar