Evaluasi Pekanan Walikamar Asrama Al-Madani Perkuat Kepemimpinan Pelajar dan Budaya Disiplin Berbasis Kesadaran

asrama
1

Manajemen Asrama Al-Madani menggelar evaluasi rutin pekanan Wali Kamar bersama Pelajar Pengurus Lantai 2 dari Kelas 11 dan 12 pada Rabu malam, 21 Januari 2026, pukul 20.00–21.00 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang konsolidasi pembinaan pelajar yang menautkan disiplin keseharian, kepemimpinan, serta kepedulian lingkungan dalam bingkai nilai LSTEAMS. Delapan wali kamar Lantai 2 hadir dalam kegiatan ini, yakni Ust. Amin Tohari, Ust. Deni Abdul Fatah, Ust. Faizal Aditya, Ust. Nur Endra Gunawhan, Ust. Prabana, Ust. Sakat Maha, Ust. Teguh Sulistiono, dan Ust. Yusup Abdurrohman.

Walikamar Lantai 2 Al Madani melaksanakan evaluasi bersama Pelajar Pengurus Lantai 2

Forum evaluasi diawali dengan pembukaan dan pembacaan Sapta Janji Darma Bakti, dilanjutkan laporan kegiatan Pelajar Pengurus Lantai 2 selama sepekan terakhir. Evaluasi difokuskan pada pelaksanaan aktivitas harian (unsyitoh yaumiah) sebagai sarana menumbuhkan kesadaran personal dan sosial pelajar. Meski beberapa pelajar pengurus berhalangan hadir karena agenda resmi sekolah, diskusi berlangsung tertib, terbuka, dan solutif.

Penekanan pada disiplin ibadah dan kebersihan lingkungan disampaikan oleh Ust. Nur Endra Gunawhan. Ia menyoroti pentingnya membangun kesadaran internal pelajar dalam pelaksanaan shalat Subuh berjamaah, penyesuaian waktu shalat Isya sesuai jadwal, serta menjaga kebersihan selasar lantai 2. Selain itu, ia mengingatkan agar pengelolaan sampah tidak ditunda—tidak ada sampah yang “menginap”—serta mendorong penyegeraan waktu tidur malam. Hal senada disampaikan Ust. Faizal Aditya yang menekankan kontrol tidur pukul 20.30 dan kebersihan tempat air minum sebagai bagian dari pembiasaan hidup sehat dan tertib.

Evaluasi teknis dan sosial dipaparkan secara rinci oleh Ust. Sakat Maha. Ia mengulas sejumlah catatan penting, mulai dari pelaksanaan shalat Asar, penyelesaian pembersihan Blok F, penertiban aktivitas bermain bola di area asrama, hingga kerapihan Kamar 218. Selain itu, ia menekankan perlunya antisipasi terhadap potensi pelanggaran tata tertib, pendataan kamar kosong, pengumpulan formulir dari Bagian Kesiswaan, presensi shalat Subuh, serta kedisiplinan pelajar untuk tidur di kamar yang telah ditetapkan.

Penguatan pembinaan juga disampaikan Ust. Deni Abdul Fatah melalui penegasan larangan menjemur sepatu di genteng, pengaktifan kembali program kebahasaan, serta penataan pola kegiatan tahfidz dan qiroah pada waktu Magrib. Ia menekankan pentingnya kehadiran wali kamar dalam pembimbingan, khususnya pada waktu Subuh dan Magrib. Sementara itu, Ust. Yusup Abdurrohman menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan pembimbingan sekaligus apresiasi kepada pelajar pengurus lantai 2 yang telah membimbing adik-adiknya. Ia juga mendorong pelajar untuk mempersiapkan tujuan pascalulus, menjaga kebersihan balkon, mengumpulkan sampah di siang hari untuk dihantar ke TPA, menginisiasi lomba kebersihan kamar dan kegiatan kreatif, serta melengkapi setiap kamar dengan tiga set ranjang.

Melalui evaluasi pekanan ini, Asrama Al-Madani menegaskan bahwa pembinaan pelajar tidak berhenti pada penegakan aturan semata, melainkan diarahkan pada pembentukan kesadaran filosofis, sosial, dan ekologis. Sinergi antara wali kamar dan pelajar pengurus diharapkan terus memperkuat karakter kepemimpinan, kepedulian lingkungan, serta budaya disiplin yang berkelanjutan di lingkungan asrama. (Budiyanto) 

Tags

Posting Komentar

1 Komentar

Posting Komentar
3/related/default