Manajemen Asrama Al-Nur Al-Zaytun menggelar evaluasi pekanan pada Senin malam, 19 Januari 2026, bertempat di ruang silaturahim asrama. Kegiatan yang berlangsung pukul 18.30–19.30 WIB ini dihadiri 33 pengurus dan guru pembimbing asrama. Forum rutin tersebut menjadi ruang strategis untuk menyelaraskan langkah pendampingan pelajar, sekaligus memastikan pengelolaan asrama berjalan sejalan dengan visi pendidikan Al-Zaytun yang berorientasi pada pembentukan karakter, kesadaran, dan tanggung jawab kolektif.
Arahan pertama disampaikan oleh Wakil Mudabbir Asrama yang memaparkan kondisi terkini pelajar. Secara umum, aspek kesehatan menunjukkan perkembangan yang menggembirakan dibandingkan pekan sebelumnya, disertai dengan rampungnya sejumlah perbaikan fisik asrama. Namun demikian, perhatian khusus masih diarahkan pada kebersihan kamar pelajar yang dinilai perlu pendampingan lebih intensif dari para wali kamar. Dinamika pelajar yang telah dikaji oleh tim kesiswaan turut dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam merumuskan langkah pembinaan berikutnya.
Arahan berikutnya datang dari Sekretaris Mudabbir Asrama yang menekankan pentingnya pengamatan langsung terhadap kondisi riil kehidupan pelajar. Hasil kunjungan ke kamar-kamar pelajar dipaparkan sebagai cerminan keseharian mereka, mulai dari aspek kebersihan hingga penggunaan alat elektronik. Dari temuan tersebut, wali kamar didorong untuk lebih aktif hadir di ruang hidup pelajar melalui pendekatan personal. Sekretaris juga menegaskan pentingnya koordinasi lintas bagian agar tindak lanjut pembinaan dapat diwujudkan dalam kegiatan bersama yang bersifat edukatif dan membangun kesadaran lingkungan serta ketertiban.
Dalam aspek tata kelola, Sekretaris Mudabbir mengingatkan kembali disiplin administrasi dan pelaporan tugas yang harus menggunakan format resmi serta disampaikan sesuai jadwal. Penekanan khusus diberikan pada komunikasi dengan wali pelajar yang diharapkan tidak bersifat satu arah, melainkan dialogis dan berkelanjutan. Pada kesempatan yang sama, disampaikan pula perkembangan digitalisasi layanan asrama melalui pemanfaatan aplikasi pelayanan pelajar pada unit komputer asrama, yang dirancang untuk meningkatkan efektivitas layanan sekaligus menumbuhkan budaya kerja berbasis teknologi yang bertanggung jawab.
Arahan penutup disampaikan oleh Mudabbir Asrama yang menegaskan dimensi nilai dalam pendampingan pelajar. Ia mengingatkan pentingnya keteladanan, konsistensi, dan sikap positif para pendidik dalam membersamai pelajar, termasuk menjaga kerahasiaan persoalan pribadi pelajar. Penekanan pada pembiasaan menepati janji dipandang sebagai latihan kejujuran dan tanggung jawab sejak hal-hal sederhana. Selain itu, refleksi spiritual tentang makna ibadah disampaikan sebagai pengingat bahwa pendampingan pelajar adalah bagian dari pengabdian yang menuntut kehadiran empati dan welas asih.
Secara keseluruhan, evaluasi pekanan Manajemen Asrama Al-Nur tidak hanya menjadi forum koordinasi teknis, tetapi juga ruang konsolidasi nilai. Perhatian pada kebersihan, ketertiban, komunikasi yang empatik, serta pemanfaatan teknologi pelayanan merupakan bagian dari ikhtiar menumbuhkan kesadaran ekologis, sosial, dan filosofis dalam bingkai LSTEAMS. Melalui sinergi Mudabbir, Wakil Mudabbir, dan Sekretaris Mudabbir, pendampingan pelajar terus diarahkan agar melahirkan generasi yang tidak hanya tertib dan cakap, tetapi juga berkesadaran dan berkarakter kuat. (Nissa Nurhadidah Faried)

