Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan: Evaluasi Pekanan Pengurus Asrama Al Madani Menjaga Keselarasan Arah Pembinaan


Al Madani, Jumat (9/1/2026) — Komitmen menanamkan kesadaran nilai dan menumbuhkan kemanusiaan dalam kehidupan berasrama terus diteguhkan melalui Silaturahim dan Evaluasi Pekanan Pembimbing Asrama Al Madani bersama Mudabbir, yang dilaksanakan rutin setiap Jumat malam. Evaluasi pekanan ini merupakan tindak lanjut langsung dari kegiatan Qobliyah Jumat yang secara konsisten dilaksanakan setiap Jumat pagi dan dipimpin oleh YAB. Syaykh, sehingga seluruh pelaksanaan program di Al Madani diharapkan senantiasa selaras, satu frekuensi, dan searah dengan kebijakan serta gagasan YAB. Syaykh Al-Zaytun.

Evaluasi pada Jumat malam (9/1/2026), yang berlangsung pukul 19.30–21.40 WIB, diikuti oleh jajaran Mudabbir dan guru pembimbing Al Madani. Kehadiran peserta dicatat secara proporsional sebagai bagian dari penguatan disiplin dan tanggung jawab, sekaligus memastikan kesinambungan pembinaan pelajar berjalan konsisten dari arah kebijakan hingga tataran implementasi.

Sapta Janji Darma Bakti: Menyatukan Nilai dan Kesadaran Bersama

Pembacaan Sapta Janji Darma Bakti dalam 3 bahasa (trilingual)

Sebagaimana tradisi yang dijaga, evaluasi pekanan diawali dengan pembacaan Sapta Janji Darma Bakti. Pembacaan ini ditempatkan sebagai pengikat nilai dan penyatu kesadaran para pembimbing sebelum memasuki pembahasan teknis.

Sapta Janji Darma Bakti dibaca pada setiap awal pertemuan untuk menegaskan kembali bahwa pembinaan pelajar berangkat dari nilai pengabdian, tanggung jawab moral, dan orientasi kemanusiaan. Forum menilai, pembacaan ini penting agar seluruh pembimbing berada pada satu sikap batin yang sama: mendampingi pelajar bukan semata menjalankan tugas, tetapi menunaikan amanah pendidikan dengan adil, sabar, dan manusiawi.

Program Kesiswaan: Pendataan sebagai Instrumen Kepedulian

Agenda evaluasi dilanjutkan dengan pemaparan program dari Bagian Kesiswaan yang disampaikan oleh Ust. Ibnu Abdillah, M.P. Program tersebut menitikberatkan pada pendataan kelengkapan kebutuhan pelajar sebagai bagian dari pemenuhan hak dasar kehidupan berasrama.


Presentasi dari Bagian Kesiswaan perihal pengadaan kelengkapan pelajar

Pendataan diawali dengan penguatan kedisiplinan waktu, kemudian kebutuhan pelajar dikelompokkan ke dalam empat kategori utama, yakni pakaian, perlengkapan tidur, alat mandi, serta perlengkapan di luar asrama. Skema ini dirancang agar pendampingan lebih terarah dan mudah dikontrol oleh pembimbing.

Secara teknis, persiapan pendataan dijadwalkan berdasarkan jenjang kelas dan dilanjutkan dengan pendataan menyeluruh pada pertengahan Januari 2026. Program ini diposisikan tidak sekadar administratif, tetapi sebagai wujud kepedulian konkret terhadap kualitas hidup pelajar.

Arahan Mudabbir: Kesehatan, Keadilan, dan Kesadaran Kemanusiaan

Dalam arahannya, Mudabbir Asrama Al Madani, Ust. Imam Muhajir Rahman, S.T., menegaskan bahwa pembinaan pelajar harus dilandasi oleh kesadaran kemanusiaan. Salah satu manifestasi penting dari kesadaran tersebut adalah perhatian serius terhadap aspek kesehatan, baik bagi pelajar maupun pembimbing. Mudabbir menekankan pentingnya menjaga pola konsumsi seimbang dengan memperhatikan asupan protein, sayur, dan buah, serta meningkatkan kesadaran akan dampak konsumsi gula berlebih terhadap kesehatan. Upaya mengurangi konsumsi gula, tepung, dan minyak dipandang sebagai ikhtiar kolektif untuk meningkatkan kualitas hidup berasrama. Dalam konteks ini, Mudabbir memaknai kata “auzi'ni” dalam doa Nabi Sulaiman pada surat An-Naml ayat 19 sebagai permohonan agar diberikan ilham dan kesadaran batin, yakni wawasan yang menggerakkan seseorang untuk memilih dan melakukan hal-hal yang bernilai, termasuk dalam menjaga kesehatan sebagai amanah pendidikan.

Evaluasi dipimpin oleh Mudabbir Ust. Imam Muhajir Rahman, S.T.

Pada kesempatan yang sama, Mudabbir juga menyampaikan gambaran mengenai berbagai metode pendidikan yang berkembang secara global. Dunia pendidikan, menurutnya, terus bergerak dinamis dengan beragam pendekatan, strategi, dan model pembelajaran yang lahir dari konteks dan tantangan yang berbeda. Dari seluruh informasi tersebut, ia memberikan aksentuasi bahwa visi, misi, dan tujuan pendidikan yang dijalankan di Al-Zaytun pada hakikatnya telah mengakomodasi seluruh pendekatan pendidikan tersebut secara utuh dan terpadu, dengan menempatkan nilai kemanusiaan, spiritualitas, intelektualitas, dan keadilan sosial sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Lebih lanjut, Mudabbir menegaskan bahwa kebutuhan pelajar harus difasilitasi secara adil dan proporsional. Prinsip kehidupan berkeadilan ini menjadi fondasi pembinaan di Al Madani, sejalan dengan nilai-nilai yang digagas oleh YAB. Syaykh Al-Zaytun. Dalam kerangka tersebut, kegiatan relaksasi pelajar bersama walikamar juga didorong untuk dijadwalkan secara terstruktur guna menjaga keseimbangan fisik dan mental, sehingga proses pembinaan berjalan selaras antara tuntutan disiplin dan kebutuhan kemanusiaan.

Wakil Mudabbir: Satu Frekuensi dalam Cara dan Sikap

Sementara itu, Wakil Mudabbir, Ust. Marzuki, M.Pd., menekankan pentingnya kesederhanaan dalam menjalankan tugas pembinaan. Menurutnya, hal-hal sederhana tidak perlu dibuat rumit selama substansi pembinaan tercapai.

Ust. Marzuki menegaskan bahwa pembimbing perlu telaten dan konsisten dalam mendampingi pelajar. Proses pembinaan diibaratkan seperti menanam dan merawat tanaman, yang membutuhkan kesabaran dan perhatian berkelanjutan sebelum menghasilkan buah. Pesan ini menekankan pentingnya kesatuan cara, sikap, dan frekuensi dalam menjalankan amanah pembinaan.

Menjaga Keselarasan Al Madani dengan Arah Besar Al-Zaytun

Evaluasi pekanan Jumat malam ini menegaskan posisi Asrama Al Madani sebagai bagian integral dari sistem pendidikan Al-Zaytun. Dengan menjadikan evaluasi sebagai tindak lanjut langsung dari Qobliyah Jumat pagi yang dipimpin YAB. Syaykh, diharapkan seluruh pembimbing Al Madani senantiasa berada dalam satu garis kebijakan dan nilai.

Melalui forum evaluasi yang rutin dan konsisten, Mudabbir berupaya memastikan bahwa setiap program, kebijakan, dan praktik pembinaan tidak berjalan sendiri-sendiri, melainkan menyatu dalam visi besar Al-Zaytun: pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat sehat, cerdas, dan manusiawi. (Budiyanto)


Kegiatan evaluasi dihadiri oleh seluruh pembimbing Al Madani


Berita ini pertama kali dipublikasikan di www.lognews.co.id



Komentar

  1. Alhamdulillah terus bergerak membersamai pelajar menjadi dirinya dimasa hadapan

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tim IT MPAP Dorong Literasi Digital Pelajar melalui Pembelajaran Coding Berbasis Proyek

Dari Pengelolaan Sampah Menjadi Kesadaran: Sistem Al Madani Menanam Nilai L-STEAMS serta Kesadaran Ekologis dan Sosial

Menata Disiplin dan Kesadaran Diri: Pelajar Kelas 8 Al Madani Diperkenalkan Tata Kehidupan Asrama Berbasis L-STEAMS