Manajemen Asrama Al-Nur menerima silaturahim 30 besar calon Presiden OPMAZ Dharma Bakti 23 pada Senin malam, 19 Januari 2026. Kegiatan yang berlangsung pukul 19.30–20.50 WIB ini menjadi ruang dialog awal antara manajemen asrama dan calon pemimpin pelajar, sekaligus momentum penyelarasan visi kepemimpinan OPMAZ dengan arah pendidikan Al-Zaytun. Silaturahim tersebut diposisikan bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari proses pembekalan serta pembinaan kepemimpinan pelajar yang berkesadaran dan berkarakter.
Penyampaian pertama disampaikan oleh Sekretaris Mudabbir Asrama Al-Nur yang memaparkan gambaran umum sistem pengelolaan asrama, mulai dari jumlah pelajar, peran guru pembimbing, hingga tata kelola keseharian. Ia menegaskan bahwa kepemimpinan pelajar di OPMAZ harus berjalan seiring dengan tujuan pendidikan Al-Zaytun, yakni membentuk manusia beradab dan bertanggung jawab. Nilai tersebut diwujudkan melalui Unsyithah Yaumiyyah dengan pendekatan LSTEAMS yang mengintegrasikan pengetahuan, keterampilan, teknologi, dan nilai kemanusiaan dalam kehidupan asrama.
Dalam pemaparannya, Sekretaris Mudabbir juga menyoroti pentingnya pemenuhan kebutuhan dasar pelajar sebagai fondasi rasa aman. Literasi tidur malam, pemenuhan gizi, serta layanan kesehatan disampaikan secara komprehensif, termasuk bahaya konsumsi makanan ultra-proses dan gula berlebih terhadap kesehatan fisik dan regulasi emosi. Mekanisme pelayanan kesehatan asrama, kebugaran melalui olahraga terstruktur, hingga rencana penerapan sistem transaksi cashless turut diperkenalkan sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem asrama yang sehat dan tertib.
Penyampaian berikutnya oleh Wakil Mudabbir Asrama Al-Nur yang memberikan penguatan kepada para calon Presiden OPMAZ Dharma Bakti 23. Ia menegaskan bahwa OPMAZ merupakan organisasi pelayanan pelajar, bukan ruang kekuasaan. Melalui organisasi ini, pelajar belajar mengelola waktu, menyelesaikan persoalan, serta berdiskusi dalam perbedaan. OPMAZ dipandang sebagai laboratorium kehidupan, tempat pelajar ditempa tidak hanya dari sisi kecerdasan akademik, tetapi juga integritas, semangat belajar, dan kedewasaan bersikap.
Penyampaian terakhir yang juga peneguhan nilai disampaikan oleh Mudabbir Asrama Al-Nur yang mengajak para calon pemimpin merefleksikan alasan terdalam mereka ingin memimpin. Menurutnya, ego kepemimpinan harus dikendalikan sejak dini agar kepemimpinan tidak kehilangan makna. Di tengah perkembangan kecerdasan buatan, ia menekankan bahwa kesadaran manusia—filosofis, sosial, dan ekologis—adalah hal yang tidak tergantikan. Pelajar didorong menjadi pemimpin yang menjaga nurani, kebijaksanaan, dan nilai kemanusiaan dalam setiap keputusan.
Silaturahim ini menegaskan komitmen Manajemen Asrama Al-Nur untuk terus membersamai proses kaderisasi kepemimpinan pelajar. Dialog terbuka, literasi kehidupan, serta penanaman nilai kesadaran menjadi bekal penting bagi calon Presiden OPMAZ Dharma Bakti 23 sebelum melangkah ke tahapan berikutnya. Melalui forum ini, kepemimpinan pelajar diharapkan tumbuh bukan hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga matang secara nilai dan siap berperan bagi kehidupan bersama. (Nissa Nurhadidah Faried)

.jpeg)