Silaturahim Pekanan Pengurus Al Madani: Menyatukan Disiplin, Menjaga Kesehatan, Menguatkan Visi Besar Al-Zaytun

Sebagai tindak lanjut kegiatan Qobliyah Jumat yang dipimpin langsung oleh YAB Syaykh Al-Zaytun, Pengurus Asrama Al Madani menggelar Silaturahim rutin Pekanan bersama jajaran Mudabbir pada Jumat malam, 16 Januari 2026, pukul 19.30–22.00 WIB. Forum ini menjadi ruang konsolidasi strategis untuk memastikan arah pembinaan asrama tetap selaras, satu frekuensi, dan berkelanjutan dengan visi pendidikan Al-Zaytun.

Silaturahim dimulakan dengan Sapta Janji Darma Bakti

Kegiatan diawali dengan pembacaan Sapta Janji Darma Bakti sebagai pengikat nilai pengabdian. Evaluasi awal disampaikan oleh Ust. Yusup Abdurrahman selaku penanggung jawab Kebersihan Lingkungan (Kesling), yang menegaskan fokus pekan ini pada kebersihan dan kerapian balkon. Ust. Yusup menekankan penerapan SOP area balkon dan bakti lingkungan sebagai fondasi kesehatan jasmani dan mental, mengingat lingkungan yang bersih merupakan prasyarat utama kualitas hidup penghuni asrama.

Dari bidang kesiswaan, Ustdh. Iqlim Amaliya menyampaikan lanjutan sosialisasi tata tertib pelajar yang mencakup kewajiban umum, kedisiplinan, kehidupan asrama, tata busana, penggunaan shoes bag, serta protokol tidur dan bangun yang sehat. Ustdh. Iqlim menyoroti masih ditemukannya pelajar yang belum menggunakan seprei saat tidur. Karena itu, peran wali kamar kembali diperkuat melalui format pengecekan seragam, perlengkapan tidur, dan perlengkapan mandi yang akan dikumpulkan pada pekan berikutnya.

Aspek kesehatan pelajar turut mendapat perhatian melalui laporan Ust. Teguh Sulistiono terkait penanganan pelajar yang mengalami cedera ringan. Ust. Teguh menegaskan arahan Mudabbir agar setiap obat yang diberikan kepada pelajar harus melalui pengecekan kandungan. Langkah ini diposisikan sebagai bentuk kehati-hatian dan perlindungan jangka panjang terhadap kesehatan pelajar.

Forum kemudian diwarnai tanggapan para pembimbing menyusul penayangan kembali video pengembangan lahan seluas 105 hektare yang sebelumnya disampaikan YAB Syaykh Al-Zaytun dalam Qobliyah Jumat. Ust. Sakat Maha menilai penguasaan lahan tersebut sebagai bukti perencanaan visioner yang dipikirkan puluhan hingga ratusan tahun ke depan dengan melibatkan seluruh unsur secara terbuka dan kolektif. Ust. Dwi Mahartono menambahkan bahwa perkembangan Al-Zaytun sejak 1996 hingga kini menunjukkan kepercayaan publik yang terus tumbuh, termasuk penyerahan lahan masyarakat untuk keberlanjutan pendidikan.

Tanggapan juga disampaikan Ust. Mukhyidin, yang memaknai pengembangan lahan sebagai buah dari proses panjang—dari khoyal, syiar, amal—yang kini mulai menampakkan hasil dalam sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan. Ust. Teguh Sulistiono menyoroti potensi cepat hasil tanaman durian dan peluang besar agrowisata edukatif lintas generasi. Sementara itu, Ust. Lahmudin menekankan bahwa penguasaan lahan merupakan sarana edukasi ketahanan pangan, keamanan, dan ekonomi pendidikan yang membutuhkan tenaga terdidik dan terampil.

Dukungan penuh juga disampaikan oleh Ustdh. Iqlim Amaliya yang mengungkapkan kekagumannya atas visi Syaykh Al-Zaytun dan menyatakan dukungan terhadap program yang dirancang untuk kepentingan bersama. Ust. Ahrom menilai penguasaan lahan sebagai titik terang kemajuan kolektif dengan potensi ekonomi berkelanjutan. Adapun Ust. Amirul Madani mengaitkan program durian dengan visi pendidikan Al-Zaytun tentang kesejahteraan guru serta kesinambungan pendidikan jangka panjang.

Dalam arahannya, Sekretaris Mudabbir Asrama Al Madani, Ust. Budiyanto, mengaitkan pembinaan asrama dengan pengembangan lahan 105 hektare tersebut. Ust. Budiyanto menjelaskan bahwa dalam rangka intensifikasi perkebunan, mempertemukan Syaykh dengan pemilik lahan yang telah ditanami seribu pohon durian dan berbagai jenis buah. Pemilik lahan menyambut baik keberlanjutan pengelolaan tersebut karena sejalan dengan amanah orang tuanya agar lahan dimanfaatkan untuk pengembangan pesantren.

Ust. Budiyanto menegaskan bahwa agar seluruh unsur benar-benar satu visi, para pembimbing harus terus bergerak dan menjaga fokus utama pada pendampingan pelajar. Kepercayaan Syaykh diwujudkan melalui amanah mendampingi pelajar dalam keseharian. Karena itu, Ust. Budiyanto mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan jiwa dan raga, kejernihan pikiran, serta menjauhi lingkungan dan obrolan yang tidak produktif agar pembimbing mampu menjalankan peran secara optimal dan berkelanjutan.

Wakil Mudabbir Ust. Marzuki memberikan arahan dan evaluasi kegiatan pembimbingan pelajar

Sementara itu, Wakil Mudabbir Asrama Al Madani, Ust. Marzuki, menekankan bahwa pertumbuhan Al-Zaytun yang semakin pesat menuntut konsistensi, loyalitas, dan kesiapan berubah. Ust. Marzuki mengingatkan pentingnya kehadiran ketika diundang, menjaga komitmen kolektif, serta memutus emosi negatif seperti kebencian dan kedengkian. Evaluasi rutin bukan sekadar koreksi teknis, melainkan sarana menajamkan visi agar pembinaan berlangsung dalam suasana yang sehat, tenang, dan berorientasi jangka panjang.

Melalui silaturahim pekanan ini, Pengurus Asrama Al Madani menegaskan bahwa evaluasi bukan sekadar rutinitas administratif, melainkan ikhtiar kolektif menjaga amanah pendidikan. Dengan disiplin, kesehatan, dan kesatuan visi yang dirawat bersama sebagai tindak lanjut Qobliyah Jumat YAB Syaykh Al-Zaytun, Al Madani diharapkan terus menjadi ruang pembinaan yang kokoh, berkesadaran, dan berorientasi jangka panjang bagi generasi pelajar Al-Zaytun. (Budiyanto)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tim IT MPAP Dorong Literasi Digital Pelajar melalui Pembelajaran Coding Berbasis Proyek

Dari Pengelolaan Sampah Menjadi Kesadaran: Sistem Al Madani Menanam Nilai L-STEAMS serta Kesadaran Ekologis dan Sosial

Menata Disiplin dan Kesadaran Diri: Pelajar Kelas 8 Al Madani Diperkenalkan Tata Kehidupan Asrama Berbasis L-STEAMS