Silaturahim Mudabbir dan Tim Manajemen Asrama bersama Pelajar Kelas 11dan 12 Al Madani: Menanam Kesadaran, Menumbuhkan Kemanusiaan

Silaturahim pelajar kelas 11 dan 12 Asrama Al Madani bersama jajaran Mudabbir digelar pada Kamis malam, 15 Januari 2026, pukul 19.30–21.50 WIB. Forum ini menjadi ruang perjumpaan strategis antara manajemen asrama dan pelajar tingkat atas untuk meneguhkan kembali arah pembinaan, disiplin, serta peran pelajar kelas tertinggi sebagai teladan dalam kehidupan berasrama.

Bagian Kesiswaan menyampaikan tata tertib Asrama Al Madani

Sebelum memasuki agenda utama, kegiatan diawali dengan penyampaian tata tertib kehidupan berasrama oleh Tim Kesiswaan, Ust. Ibnu Abdillah. Penyampaian ini dimaksudkan sebagai pengingat atas prinsip LAW (aturan) dalam kehidupan berasrama—bahwa keteraturan bukanlah pembatas kebebasan, melainkan fondasi hidup bersama yang adil, tertib, dan berkeadaban. Setelah itu, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan Sapta Janji Darma Bakti, evaluasi dan arahan, sesi tanggapan, serta penutup.

Kegiatan silaturahim dimulai dengan pembacaan sapta janji darma bakti sebagai penguatan karakter

Sekretaris Al Madani, Ustadz Budiyanto, dalam evaluasinya menyoroti masih adanya pelajar kelas 11 dan 12 yang belum konsisten menunjukkan kerapian berpakaian saat pelaksanaan Salat Jumat. Padahal, budaya berpakaian rapi—berjas, berdasi, bersepatu, dan bersongkok—merupakan identitas yang telah lama dibangun di lingkungan Al-Zaytun. Ust. Budiyanto menegaskan bahwa pelajar tingkat atas memikul tanggung jawab sebagai contoh nyata bagi adik-adiknya, sekaligus mendorong peran Organisasi Pelajar Ma'had Al-Zaytun (OPMAZ) lebih aktif membersamai pelajar saat kegiatan Salat Jumat di MRLA.

Ust. Budiyanto menyampaikan evaluasi pelaksanaan salat Jumat dari segi kerapihan berpakaian

Arahan utama disampaikan oleh Mudabbir Asrama Al Madani, Ustadz Imam Muhajir Rahman. Mudabbir mengingatkan bahwa memasuki semester genap, waktu akan terasa berjalan cepat, sehingga setiap proses harus dihayati dengan kesadaran penuh. Keberadaan para pembimbing yang bertahan dan mengabdi di lingkungan Al-Zaytun dilandasi kesadaran bahwa lingkungan pendidikan adalah amanah yang harus dijaga sepanjang hayat. Kesadaran tersebut tumbuh dari wawasan yang terus dipelihara.

Ustadz Imam menekankan bahwa aktivitas yang dilakukan berulang-ulang di kampus Al-Zaytun sejatinya merupakan latihan karakter. Kebaikan yang dikerjakan secara konsisten akan membentuk keunggulan yang mungkin tidak disadari oleh pelakunya, tetapi tampak jelas bagi orang lain. Sebaliknya, sikap pasif dan enggan mengikuti instruksi dipandang sebagai bentuk perlawanan terhadap proses pendidikan. Kemampuan mengendalikan diri, adalah kunci hidup bersama dan bekal utama menghadapi masa depan.

Mudabbir Al Madani, Ust. Imam Muhajir Rahman menyampaikan arahan silaturahim

Dalam menghadapi tantangan zaman, Mudabbir menegaskan pentingnya keseimbangan kecerdasan intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Pelajar yang terbiasa hidup bersama dalam disiplin dan nilai seharusnya tidak gentar menghadapi perubahan zaman. Ukuran keberhasilan bukan terletak pada harta atau pencapaian material, melainkan pada kekuatan karakter yang dibangun dan dijaga secara konsisten.

Tanggapan dari perwakilan pelajar kelas 12 yang juga menjabat sebagai  Presiden OPMAZ Darma Bakti 22, Salman Al Farizi bin Suparmin, menegaskan bahwa kepemimpinan sejatinya adalah melayani dan memberi teladan. Sementara itu, Ihsan Syatiri Ahmad (kelas 11) dan Algiansyah Syaputra bin Yakub S. (kelas 12) menyampaikan bahwa evaluasi yang disampaikan harus ditindaklanjuti dengan kesadaran, karena dari kesadaran itulah nilai kemanusiaan tumbuh.

Penyampaian tanggapan dari perwakilan pelajar kelas 11 dan kelas 12 Asrama Al Madani

Melalui silaturahim ini, Asrama Al Madani menegaskan kembali bahwa evaluasi bukanlah teguran semata, melainkan ikhtiar menanam kesadaran. Pelajar kelas 11 dan 12 diposisikan sebagai penjaga nilai, penopang karakter, dan penuntun teladan, agar mereka melangkah ke masa depan dengan kendali diri yang matang, karakter yang kuat, dan komitmen berkelanjutan pada kebaikan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tim IT MPAP Dorong Literasi Digital Pelajar melalui Pembelajaran Coding Berbasis Proyek

Dari Pengelolaan Sampah Menjadi Kesadaran: Sistem Al Madani Menanam Nilai L-STEAMS serta Kesadaran Ekologis dan Sosial

Menata Disiplin dan Kesadaran Diri: Pelajar Kelas 8 Al Madani Diperkenalkan Tata Kehidupan Asrama Berbasis L-STEAMS