Asrama Al Madani menerima silaturahim pelajar kelas 11 dan 12 pada Kamis malam, 22 Januari 2026, pukul 19.00–22.00 WIB. Kegiatan ini mempertemukan Mudabbir Asrama Al Madani dengan 30 besar calon OPMAZ Dharma Bakti Angkatan 23, sebagai ruang dialog untuk menyelaraskan visi pendidikan berasrama, pembinaan karakter, dan kesiapan kepemimpinan generasi muda Al-Zaytun.
Sebelum acara utama dimulai, jajaran manajemen Asrama Al Madani menyampaikan pemaparan peran dan sistem pelayanan. Ust. Teguh Sulistiono selaku penanggung jawab Tabungan Asrama menjelaskan layanan tabungan sebagai sarana pembinaan kemandirian dan literasi finansial pelajar, termasuk penerapan transaksi cashless berbasis kartu pelajar RFID secara real time. Usth. Iqlim Amaliya dari bagian Kesiswaan memaparkan Unsyithoh Yaumiyah sebagai kerangka aktivitas keseharian pelajar yang membentuk disiplin, karakter, dan suasana asrama yang sakinah.
Pemaparan dilanjutkan oleh Ust. Faizal Aditya dari Pelayanan Umum yang menegaskan komitmen pelayanan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP) dengan prinsip L-STEAMS (Law), yakni pelaksanaan aturan secara konsisten, sederhana, dan bertanggung jawab. Sementara itu, Ust. Sofngali selaku penanggung jawab Administrasi mengajak seluruh unsur untuk berkolaborasi serta menyampaikan upaya penyempurnaan SOP guna memperkuat pelayanan yang efektif dan akuntabel.
Pada sesi penyampaian Sekretaris Asrama Al Madani, Ust. Budiyanto memperkenalkan struktur manajemen Al-Zaytun mulai dari YAB Syaykh sebagai grand chancellor, Ketua YPI, MPAP, dan Mudabbir hingga unit-unit manajemen asrama. Ia menegaskan bahwa seluruh unsur manajemen hadir untuk melayani pelajar, seraya mengulas makna kata dabbara–yudabbiru sebagai tugas mengatur, melayani, dan menyambut pelajar dengan penuh tanggung jawab. Dalam kesempatan tersebut disampaikan pula progres pembangunan Gedung Politeknik Tanah Air yang telah memasuki tahap pemasangan tiang pancang, sekaligus ajakan kepada pelajar kelas 11 untuk terus terhubung dan bergabung sebagai mahasiswa politeknik.
Ust. Budiyanto juga memaparkan visi besar YAB Syaykh Al-Zaytun tentang pengembangan ekonomi berbasis perkebunan durian duri hitam dengan target 50.000 titik tanam. Ia menyampaikan perkembangan lahan di Cijambe, subang dengan luas 105 hektar yang berpotensi berkembang menjadi 300 hektar, serta penjajakan lahan baru di Mancak, Banten seluas 100 hektare. Pemaparan ini dilengkapi dengan pemutaran video lahan Cijambe dan Mancak yang memberikan gambaran konkret arah pengembangan tersebut.
Pemutaran video tersebut mendapat tanggapan dari perwakilan pelajar. Arham Bil Ikram (XI MIPA A02) menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi kemanusiaan dan keberlangsungan hidup, seraya menyampaikan bahwa YAB Syaykh Al-Zaytun telah menyiapkan masa depan pangan civitas sejalan dengan nilai kemanusiaan. Sementara itu, Fira Novianti (XI MIPA B03) mengungkapkan rasa syukur atas visi pendidikan pertanian yang dirancang dengan porsi praktik 75 persen dan teori 25 persen, serta dukungan lahan garapan 1,5–2 hektare sebagai langkah strategis mencetak generasi unggul dan siap kerja.
Memasuki acara utama, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan Sapta Janji Dharma Bakti, dan pengumuman 30 besar calon OPMAZ Dharma Bakti Angkatan 23. Dalam sambutan silaturahimnya, Mudabbir Asrama Al Madani Ust. Imam Muhajir Rahman menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan silaturahim bersama 30 besar perwakilan dari total 489 pelajar Angkatan 23, sebuah karunia Ilahi yang patut disyukuri. Ia menegaskan pentingnya pelajar memiliki jati diri, keterampilan, serta kesiapan untuk tampil, belajar, dan berkarya. Konsep “Merdeka Ruh” ditegaskan sebagai kebebasan yang lahir dari keteraturan melalui Rububiyah berupa aturan, tata tertib, dan protokol kehidupan.
Dalam lanjutan sambutannya, Ust. Imam Muhajir Rahman menguraikan bahwa pendidikan berasrama membentuk karakter pelajar secara menyeluruh melalui nilai Rububiyah, Uluhiyah, dan Mulkiyah. Ia menekankan bahwa OPMAZ bukan sekadar organisasi, melainkan wahana pembelajaran kepemimpinan yang harus ditopang oleh tiga pilar utama, yakni al-quwwah (kekuatan dan kapasitas diri), al-irādah/al-irodiyah (kemauan dan komitmen), serta al-‘amaliyah (program dan kerja nyata). Ketiganya, menurutnya, menjadi bekal menghadapi dinamika global, sekaligus penguat literasi finansial dan ketahanan pangan agar pelajar siap menjaga diri, lingkungan, dan nilai kebangsaan.
Sesi silaturahim ditutup oleh Wakil Mudabbir Asrama Al Madani, Ust. Marzuki, yang menegaskan bahwa adab dan karakter merupakan fondasi utama dalam kehidupan berorganisasi. Ia menekankan pentingnya penyatuan visi, disiplin niat, serta pengamalan Sapta Janji Dharma Bakti sebagai pegangan bersama. Pelajar diharapkan siap belajar dan berkarya, sekaligus mengimplementasikan visi Ma’had Al-Zaytun sebagai pusat pendidikan pengembangan budaya toleransi dan perdamaian menuju masyarakat yang sehat, cerdas, dan manusiawi. (Budiyanto)





Alhamdulillah.. Sukses selalu ya,,
BalasHapusMempersiapkan generasi emas.
BalasHapusBersama kita bisa
Alhamdulillah selalu maju jaya
BalasHapusAlhamdulillah selalu maju jaya
BalasHapusMantap.... 👍
BalasHapusAlhamdulillah maju bersama, berkah untuk semua.
BalasHapus
BalasHapusAlhamdulillah 👍👍👍
Alhamdulillah mempersiapkan generasi yang unggul untuk Indonesia yang damai juga toleransi, masyarakat yang sehat, cerdas penuh kesadaran kemanusiaan untuk dunia yang saling menjaga.
BalasHapusAlhamdulillah sukses 30 besar calon Opmaz.
BalasHapusAlhamdulillah. Bersama-sama mempersiapkan diri menjadi generasi basyaron sawiyyah yang akan mewujudkan kehidupan yang penuh kesejahteraan dan kebahagiaan.
BalasHapusAlhamdulillah sukses selalu untuk adik”saya yg terus mangapai cita”nya
BalasHapus