Mengawali pembelajaran semester genap tahun ajaran 2025–2026, Manajemen 130 Asrama Al Musthafa kembali menegaskan komitmennya dalam membina pelajar melalui forum ijtima’ bulanan pembimbing. Kegiatan yang berlangsung pada Kamis, 22 Januari 2026 ini menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan arah pembimbingan setelah satu semester ganjil dilalui, sekaligus merumuskan langkah-langkah strategis pembimbingan untuk semester genap ke depan.
Forum yang dihadiri 31 pengurus dan wali kamar tersebut dibuka dengan basmalah dan pembacaan darma bakti. Doa bersama menjadi penanda bahwa pembimbingan tidak sekadar rutinitas administratif, melainkan amanah yang menuntut keikhlasan, kesungguhan, dan kekuatan hati dalam membersamai pelajar di kehidupan asrama sehari-hari.
Dalam evaluasi dan arahannya, Mudabbir Asrama Al Musthafa menekankan konsistensi pelaksanaan pembimbingan sebanyak tiga kali dalam sepekan: dua kali di kamar dan satu kali di lokasi kegiatan tahsin dan tahfizh. Para wali kamar diingatkan untuk mengedepankan pendekatan personal dan empatik, menggali persoalan pelajar secara mendalam, serta memberikan solusi terbaik dengan keteladanan dan kasih sayang, layaknya seorang ibu membimbing putrinya.
Pembimbingan akhlak mulia menjadi penekanan utama dalam setiap unsythoh yaumiyah. Nilai-nilai tersebut tidak hanya ditanamkan kepada pelajar kelas VII, VIII, dan IX, tetapi juga kepada pelajar kelas XI yang berperan sebagai asisten wali kamar. Mereka didorong untuk belajar memimpin, menjadi teladan, dan menghadirkan contoh nyata bagi adik-adik kelas dalam kehidupan kamar dan asrama.
Aspek komunikasi juga mendapat perhatian serius. Wali kamar diarahkan untuk membangun komunikasi berkala dengan wali pelajar melalui grup daring sebagai sarana informasi dan sinergi pendidikan. Di sisi lain, pelajar diberi ruang untuk berkomunikasi dengan orang tua, dengan pendampingan yang bertujuan mengenali karakter dan kebutuhan mereka. Pembiasaan akhlak seperti rasa syukur dan qanaah terus ditekankan guna menumbuhkan sikap amanah, saling menjaga barang, serta membangun budaya hidup tertib dan peduli di lingkungan kamar.
Untuk menjaga kesehatan sekaligus mengembangkan potensi, para wali kamar diminta memastikan pelajar aktif mengikuti kegiatan ekstrakurikuler, baik di bidang olahraga maupun seni. Mulai dari bola voli, basket, bulu tangkis, hingga seni angklung, hadrah, vokal, dan tari, seluruh kegiatan dipandang sebagai sarana pembinaan karakter, kedisiplinan, dan keseimbangan hidup pelajar di luar jam sekolah. Evaluasi juga mencakup kinerja bagian pendukung seperti UKA, sarana prasarana, dan kesehatan lingkungan yang dinilai telah menjalankan tugas dengan tanggung jawab.
Arahan tambahan dari Wakil Mudabbir menegaskan pentingnya penanaman empat sifat Rasulullah—cerdas, shiddiq, amanah, dan tabligh—dalam setiap aktivitas harian pelajar. Kecerdasan dipahami secara utuh, meliputi intelektual, emosional, dan spiritual. Kejujuran, tanggung jawab, serta semangat menyampaikan kebaikan terus dikuatkan, ditutup dengan budaya doa bersama di akhir pembimbingan sebagai penguat spiritual. Seluruh rangkaian ijtima’ ini menegaskan satu pesan utama: membimbing dengan hati dan memotivasi untuk bakti adalah ikhtiar mendidik dan membangun, semata-mata karena Allah Swt. (Nur Aliyah)
.jpeg)
