Tawa kecil, tepuk tangan polos, dan wajah-wajah ceria memenuhi Kafe Kita pada Sabtu, 24 Januari 2026. Bukan pesta besar, bukan pula acara mewah, tetapi justru kesederhanaan itulah yang membuat perayaan ulang tahun terasa begitu hangat dan istimewa. Di tempat inilah para pelajar MI berkumpul untuk merayakan hari bertambahnya usia teman sekamar mereka, Ahmad Al Muthiy Salam, dengan penuh rasa bahagia dan kebersamaan.
Suasana ceria dan penuh kehangatan terlihat saat para pelajar MI bersama para pendamping asrama mengikuti rangkaian perayaan ulang tahun tersebut. Dengan senyum, canda, dan kebersamaan, perayaan sederhana ini menjadi momen yang berkesan bagi Ahmad dan teman-temannya. Acara dikemas dalam bentuk makan tumpeng bersama sebagai ungkapan rasa syukur atas nikmat usia dan kebersamaan yang telah dijalani.
Sebelum acara dimulai, anak-anak tampak antusias menyiapkan tempat duduk, membantu menata hidangan, dan saling berbagi cerita. Perayaan ulang tahun dilakukan tanpa kehadiran orang tua, namun suasana hangat tetap terasa berkat pendampingan guru serta dukungan teman sekamar. Kebersamaan inilah yang membuat perayaan ulang tahun menjadi lebih bermakna dan terasa kuat nuansa kekeluargaannya, karena dirasakan dan dinikmati bersama teman-teman yang setiap hari hidup, belajar, dan bermain dalam satu asrama.
Tumpengan dipilih sebagai bentuk perayaan karena mengajarkan nilai sederhana tentang berbagi. Nasi tumpeng yang disantap bersama melambangkan kebahagiaan yang tidak dinikmati sendiri, tetapi dibagikan kepada orang lain. Bagi para pelajar, momen makan bersama ini menjadi pengalaman yang menyenangkan sekaligus melatih sikap saling peduli dan menghargai teman.
Perayaan ulang tahun juga menjadi saat yang istimewa bagi anak-anak untuk saling memberikan doa dan dukungan. Ulang tahun tidak hanya dimaknai sebagai bertambahnya usia, tetapi juga sebagai tanda bahwa seorang anak semakin tumbuh dan belajar menjadi pribadi yang lebih baik, lebih mandiri, dan lebih bertanggung jawab dalam kesehariannya.
Ahmad Al Muthiy Salam tampak bahagia menerima ucapan selamat dari teman sekamar, yaitu M. Abner Zeven, Ibnu Fatur Rahman, Ryshankara Alif Al Farizqi, Arkhan Ardiansyah, Natta Ibrahim Widodo, dan Adnan Khiar Zakaria. Canda ringan, tepuk tangan, dan doa bersama mengiringi momen tersebut. Kebersamaan ini mempererat persahabatan di antara mereka dan menumbuhkan rasa saling memiliki sebagai satu keluarga kecil di lingkungan asrama.
Melalui kegiatan sederhana seperti ini, para pelajar belajar bahwa kebahagiaan tidak selalu datang dari hadiah atau pesta besar, tetapi dari kebersamaan, perhatian, dan rasa syukur. Kafe Kita pun menjadi saksi kecil bagaimana persahabatan, keceriaan, dan nilai berbagi tumbuh alami dalam kehidupan pelajar MI sehari-hari. (Laela Nurul Fitria)

