Organisasi Pelajar Ma’had Al Zaytun (OPMAZ) merupakan wadah utama pembelajaran kepemimpinan bagi pelajar di lingkungan Ma’had Al Zaytun. Untuk melahirkan pengurus yang solid dan berintegritas, proses kaderisasi dilakukan melalui berbagai tahapan, salah satunya pengetesan kemampuan memimpin. Dalam rangka menyiapkan program yang matang bagi calon Presiden OPMAZ Dharma Bakti (DB) 23, rangkaian silaturahmi ke berbagai instansi menjadi jembatan penting untuk mengenalkan budaya organisasi, membangun kedekatan emosional, serta menyamakan visi dan misi sejak dini.
Sebanyak 30 pelajar kelas 11 yang siap mencalonkan diri sebagai Presiden OPMAZ DB 23 tampak antusias mengikuti program silaturahim tersebut. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran nyata untuk menggali informasi, mengamati praktik organisasi, serta mengolah berbagai gagasan sebagai bahan penyusunan program kerja yang akan ditujukan bagi seluruh pelajar Ma’had Al Zaytun.
Dalam forum tersebut, para calon Presiden menyampaikan visi dan misi kepemimpinan sebagai pengembangan dari visi pendidikan Al Zaytun. Nilai-nilai kemandirian, kesadaran moral dan budaya, kedisiplinan tinggi, pola hidup sehat, kesantunan, empati, serta tanggung jawab dikemukakan sebagai fondasi utama gerak organisasi. Beragam slogan kebaikan pun menguatkan tekad mereka untuk menghadirkan OPMAZ DB 23 sebagai organisasi yang berdampak positif bagi kehidupan pelajar.
Arahan dan motivasi disampaikan oleh Mudabbir serta jajaran Manajemen Asrama Al Musthafa sebagai bekal awal perjuangan. Presiden terpilih nantinya diharapkan mampu bekerja bersama tim OPMAZ DB 23 dengan semangat amanah, terus berkonsultasi dengan pembimbing, serta menjalin koordinasi yang solid. Melanjutkan estafet program OPMAZ DB 22 dengan peningkatan prestasi akademik, keterampilan, dan penanaman akhlak mulia di setiap momentum kegiatan menjadi komitmen bersama organisasi.
OPMAZ DB 23 juga diharapkan menjadi ruang inovasi yang dinamis, menjalankan program rutin sekaligus menciptakan kegiatan yang menarik, edukatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Filosofi “hari ini lebih baik dari hari kemarin, hari esok lebih baik dari hari ini” ditanamkan sebagai spirit berorganisasi. Para pengurus diharapkan mampu menjadi teladan dalam kedisiplinan dan akademik, disertai sikap mengayomi, membimbing, dan membersamai adik-adik kelas berdasarkan pengalaman baik yang pernah mereka jalani.
Penguatan kepemimpinan juga diarahkan pada keseimbangan tiga kecerdasan utama, yakni intelektual (IQ), emosional (EQ), dan spiritual (SQ). Kombinasi ketiganya dipandang penting untuk membentuk pelajar yang mampu berpikir logis, mengelola emosi dan relasi sosial, serta memiliki integritas dan keteguhan nilai dalam menghadapi tantangan akademik maupun kehidupan nyata.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa dan pesan reflektif bahwa menjadi pengurus OPMAZ bukan semata tentang jabatan, melainkan tentang kesempatan melayani dan menghadirkan perubahan positif. Keberanian untuk mencalonkan diri dipandang sebagai langkah awal menuju pembelajaran kepemimpinan. Dengan semangat berlomba dalam kebaikan, OPMAZ DB 23 diharapkan tumbuh menjadi organisasi yang kuat, berkarakter, serta meninggalkan kesan dan kenangan baik bagi Ma’had Al Zaytun. (Nur Aliyah)

