Asrama Al-Nur terus menumbuhkan kesadaran ekologis di kalangan pelajar melalui berbagai kegiatan nyata yang terintegrasi dalam keseharian. Salah satu bentuk implementasinya adalah kegiatan bakti lingkungan yang dilaksanakan pada sore hari bersama para guru pembimbing. Kegiatan ini tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran langsung agar pelajar memahami pentingnya menjaga dan merawat lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan tersebut, para pelajar melakukan berbagai aktivitas sederhana namun bermakna, seperti membersihkan area asrama dan mempersiapkan daun-daun kering untuk diolah menjadi pupuk. Persiapan bahan alami ini dilakukan berdasarkan arahan Syaykh Al-Zaytun, sebagai upaya membangun kebiasaan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di alam secara bijak dan berkelanjutan.
Pembiasaan yang dilakukan secara konsisten dalam kegiatan sehari-hari ini menjadi bagian penting dalam membentuk karakter pelajar. Melalui keterlibatan langsung, mereka tidak hanya memahami konsep menjaga lingkungan secara teoritis, tetapi juga menghayatinya sebagai bagian dari tanggung jawab pribadi dan bersama.
Kegiatan bakti lingkungan ini dibersamai oleh guru-guru pembimbing, di antaranya Usth Wulan Sari Rahayu, Usth Husroh dan Usth Nurmaini, yang turut mendampingi serta memberikan teladan kepada para pelajar. Kehadiran para guru menjadi penguat nilai-nilai pendidikan karakter yang ditanamkan, sekaligus memastikan kegiatan berjalan dengan tertib dan penuh makna.
Upaya ini juga menjadi bagian dari perwujudan salah satu tujuan pendidikan Al-Zaytun, yaitu membentuk pribadi yang berjiwa mandiri. Kemandirian tersebut tidak hanya tercermin dalam kemampuan mengurus diri sendiri, tetapi juga dalam kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai ruang hidup bersama. Dengan demikian, kesadaran ekologis tumbuh seiring dengan terbentuknya karakter pelajar yang peduli, bertanggung jawab, dan siap berkontribusi bagi keberlanjutan lingkungan. (Nissa Nuhadidah Faried)


.jpeg)
