Sungkai Bersama, Taaruf Menumbuhkan Kemanusiaan yang Adil dan Beradab

asrama
0

Suasana hangat sore hari Rabu, 25 Februari 2026 terasa berbeda di lingkungan Al-Zaytun. Ratusan pelajar dari berbagai asrama berkumpul di Kafe Kita dalam sebuah kegiatan sungkai bersama yang bukan sekadar agenda berbuka puasa, melainkan ruang perjumpaan hati. Mengusung tema taaruf, kegiatan yang diinisiasi Majelis Pengendali Asrama Pelajar (MPAP) bersama para mudabbir ini menjadi momentum mempererat persaudaraan lintas jenjang, dari kelas 1 hingga kelas 12, dalam semangat kemanusiaan yang adil dan beradab.

Sejak pukul 15.30 WIB, peserta mulai bergerak dari asrama masing-masing menuju lokasi acara. Kebersamaan terasa semakin hidup ketika pentas seni pelajar dimulai pukul 16.00 hingga menjelang magrib. Lagu-lagu yang dibawakan para Guru dan pelajar menghadirkan nuansa reflektif sekaligus haru, mulai dari “Bunda” oleh Tabiya Adela Syarief binti Irfan Maulana Syarief, “Somewhere Over the Rainbow” dan “Ayat-Ayat Cinta” oleh Ustdh. Ammara Al Madina-Guru Pembimbing Asrama, hingga penampilan lainnya seperti “Perenungan di ujung waktu” oleh Ustdh. Syifa'ul Linas Ashari-Guru Pembimbing Asrama, “Rumah” oleh Eka Putri Nurhandayani binti Nuryadi, “Kaulah Ibuku” oleh Suci Kamila binti Hendrayana, “Bunda Piara” oleh Lareina Tsania Al-Barzah binti Hafidz Al-Barzah, dan “Kota” oleh Qubaila Maulida Hasna binti Rusta Desyi Tunga yang disambut tepuk tangan meriah para hadirin.

Lebih dari sekadar hiburan, panggung seni menjadi bahasa universal yang menyatukan perasaan para pelajar. Mereka yang sebelumnya jarang berinteraksi kini duduk berdampingan, saling menyapa, dan berbagi cerita. Taaruf yang diusung dalam kegiatan ini hadir secara alami—melalui musik, senyum, dan kebersamaan yang tumbuh tanpa sekat asrama maupun angkatan.

Memasuki waktu menjelang berbuka, acara dilanjutkan dengan sekapur sirih dan doa bersama yang dipimpin Ust. Marzuki, M.Pd., Wakil Mudabbir Al Madani. Dalam pesan yang disampaikan dari Ust. Imam Muhajir Rahman, para pelajar diingatkan untuk saling mengenal dan memperkuat solidaritas sebagai kader Al-Zaytun. Nilai yang ditekankan selaras dengan Sapta Janji Dharma Bakti nomor enam: mencintai dan merawat sesama sebagai bagian dari jiwa kampus, serta menumbuhkan cinta kepada bangsa yang melampaui kepentingan sendiri.

Sebanyak 177 peserta hadir dalam kegiatan ini, terdiri atas pelajar, pembimbing, mudabbir, pengurus MPAP, OPMAZ Dharma Bakti 22 dan 23, serta panitia pelaksana. Perwakilan datang dari berbagai asrama seperti Al Madani, Al Fajr, Al Musthafa, Al Nur, hingga Persahabatan, menjadikan kegiatan ini sebagai pertemuan lintas komunitas yang jarang terjadi dalam keseharian asrama.

Tepat pukul 18.10 WIB, suasana khidmat berubah menjadi hangat saat seluruh peserta melaksanakan sungkai bersama. Hidangan sederhana terasa istimewa karena dinikmati dalam kebersamaan. Tawa kecil, percakapan ringan, dan rasa syukur menyatu dalam momen berbuka yang mempertemukan pelajar, guru pembimbing, dan pengurus asrama dalam satu meja persaudaraan.

Usai berbuka, para pelajar bergerak menuju Masjid Rahmatan Lil Alamin untuk melaksanakan shalat maghrib, isya dan tarawih berjamaah. Langkah-langkah mereka yang beriringan menjadi simbol nyata dari tujuan kegiatan: membangun kebersamaan spiritual sekaligus sosial. Kebersamaan tidak berhenti di meja makan, tetapi berlanjut dalam ibadah yang menyatukan hati dan tujuan.

Kegiatan ini terselenggara berkat dukungan YAB. Syaykh Al-Zaytun, Ustdh. Sofiyah Al Widad dan Ust. Imam Muhajir Rahman. Para pelajar merasakan langsung nilai pendidikan karakter yang diajarkan—bahwa kebersamaan bukan sekadar konsep, melainkan pengalaman nyata yang harus dirawat. Semangat yang disampaikan dalam tunjuk ajar Syaykh Al-Zaytun tentang cinta kepada sesama dan cinta kepada negara terasa hidup dalam interaksi sederhana sepanjang acara.

Apresiasi kegiatan disampaikan para pembimbing dan mudabbir. Ketua MPAP Ust. Dr. Ali Aminulloh, M.Pd.I., M.E. menilai sungkai bersama ini merupakan bentuk perhatian nyata kepada pelajar yang mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta semangat mereka, sekaligus menjadi implementasi pendekatan kemanusiaan yang melahirkan kecintaan terhadap almamater. Sementara itu, Ustdh. Seruni Putri Tanjung, M.Pd.Ust. Marzuki, M.Pd.Ust. Iqbal Maulana, S.Pd.Ust. Lega Siarnagama, S.Pd.Ust. Giri Khusnul Kharits, S.I.Kom.Ust. Beni Nugroho, M.Pd., dan Ust. Achmad Irfan, S.Kom., M.P. sama-sama menilai kegiatan ini menghadirkan suasana kekeluargaan tanpa sekat, memperkuat kebersamaan lintas jenjang, serta menjadi wujud nyata perhatian dan pendampingan yang membuat pelajar merasa aman, dihargai, dan menjadi bagian dari keluarga besar Al-Zaytun.

Tanggapan positif juga disampaikan para pembimbing dan pelajar yang terlibat langsung dalam kegiatan. Ustdh. Dinna Fi Sabillah, S.Pd. menilai sungkai bersama menjadi wujud nyata pengayoman bagi pelajar yang membutuhkan perhatian, sehingga mereka tetap merasakan kasih sayang dan tidak merasa sendiri meski jauh dari orang tua. Senada dengan itu, Dini Bandari, pelajar kelas 9B02, menyebut kegiatan ini menjadi sarana silaturahmi yang mempererat kebersamaan dan berharap acara serupa dapat terus diadakan. Sementara Ustdh. Silvy Aulia Arifah, S.Sos. mengungkapkan bahwa buka bersama ini menumbuhkan nilai kesetaraan, kebersamaan, dan saling menghargai, sehingga para pelajar belajar hidup berdampingan sebagai satu keluarga besar.

Sungkai bersama ini akhirnya meninggalkan pesan sederhana namun mendalam: persaudaraan tidak lahir dari kesamaan latar belakang, melainkan dari kesediaan untuk saling mengenal, menyayangi, dan menjaga satu sama lain. Di tengah dunia yang kerap dipenuhi sekat, para pelajar Al-Zaytun menunjukkan bahwa kemanusiaan yang adil dan beradab dapat tumbuh dari meja berbuka yang sederhana—asal diisi dengan hati yang terbuka. (Budiyanto)

Tags

Posting Komentar

0 Komentar

Posting Komentar (0)
3/related/default