Dari Pengelolaan Sampah Menjadi Kesadaran: Sistem Al Madani Menanam Nilai L-STEAMS serta Kesadaran Ekologis dan Sosial


Di Asrama Al Madani, pengelolaan sampah tidak diperlakukan sebagai urusan teknis semata, melainkan sebagai bagian dari pendidikan kesadaran. Sistem penanganan sampah yang diterapkan dirancang untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus menanamkan kesadaran ekologis dan sosial sebagai fondasi kehidupan berasrama yang beradab dan berkelanjutan.


Tempat sampah dilapisi plastik yang ada di setiap kamar pelajar

Setiap kamar diwajibkan membungkus sampah ke dalam satu plastik sampah yang diikat kuat, kemudian menyimpannya di tempat sampah tertutup. Ketentuan sederhana ini melatih pelajar bertanggung jawab atas jejak konsumsi masing-masing. Sampah tidak tercecer, tidak berbau, dan tidak mencemari ruang hidup bersama—sebuah praktik awal kesadaran ekologis yang berangkat dari ruang paling personal: kamar tidur.


Pengumpulan sampah dari dalam kamar, untuk diturunkan ke Lt 1

Pembuangan sampah dilakukan setiap hari pada pukul 14.00 hingga 16.00 WIB, dengan pendampingan satu petugas di setiap lantai. Pola ini mencerminkan penerapan unsur Law dalam L-STEAMS, yaitu kepatuhan terhadap aturan dan waktu, sekaligus membangun budaya disiplin kolektif. Kamar-kamar tetap bersih dan sehat karena sampah telah terkelola rapi dari satu siklus harian ke siklus berikutnya.

Persiapan keberangkatan ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA)

Setelah sampah dari lantai enam hingga lantai dua diturunkan ke lantai satu, seluruhnya dimasukkan ke dalam dua gerobak sampah. Setiap hari, dua kamar dijadwalkan bergilir untuk mengantar gerobak tersebut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Mekanisme ini menumbuhkan kesadaran sosial, bahwa kebersihan asrama adalah hasil kerja bersama, bukan beban segelintir pihak.

Pelajar bertugas menghantar sampah dari TPS Asrama ke TPA

Dari sisi Science dan Engineering, sistem ini dirancang untuk meminimalkan risiko pencemaran lingkungan. Sampah tidak menginap terlalu lama di TPS, dan jika masih tersisa, kondisinya tetap aman karena terikat kuat di plastik dan disimpan di tempat sampah besar yang tertutup, terlindung dari hujan maupun hewan. Prinsip sanitasi dan keamanan lingkungan diterapkan secara nyata, bukan sekadar diajarkan di kelas.


Tempat sampah tertutup ukuran besar sebagai Tempat Pembuangan Sementara (TPS)

Unsur Mathematics dan Technology tercermin dalam pengaturan jumlah plastik per kamar, pembagian tugas per lantai, serta rotasi kamar pengantar sampah yang terjadwal. Semua dirancang terukur, efisien, dan mudah diawasi. Sementara itu, dimensi Art hadir dalam pembiasaan hidup rapi, tertib, dan harmonis—menciptakan lingkungan asrama yang nyaman dipandang dan layak huni.

Lebih dalam lagi, sistem ini mengajarkan dimensi Spirituals: bahwa menjaga kebersihan adalah bagian dari iman dan tanggung jawab moral. Pelajar diajak memahami bahwa sampah bukan sekadar benda sisa, melainkan konsekuensi dari pilihan hidup. Mengelolanya dengan baik berarti menghormati sesama manusia dan alam sebagai amanah.

Melalui sistem penanganan sampah yang terstruktur ini, Asrama Al Madani menghadirkan pendidikan L-STEAMS yang hidup dan kontekstual. Dari plastik sampah yang diikat rapi hingga gerobak yang didorong bersama, pelajar belajar bahwa kesadaran ekologis dan kesadaran sosial tidak tumbuh dari teori semata, tetapi dari kebiasaan sehari-hari yang dijalani dengan disiplin, tanggung jawab, dan nilai kemanusiaan. (Budiyanto, Yusup Abdurohman)






Komentar

  1. Alhamdulillah bagus sekali mengajarkan pelajar untuk hidup bersih sebagai upaya menjaga kesehatan diawali dari menjaga kebersihan diri dan lingkungan

    BalasHapus
  2. MasyaAllah..
    Bagus sekali system nya
    Anak-anak mengaplikasikan langsung ilmu di kelas dalam kehidupan sehari-hari dengan disiplin. InsyaAllah sampai dewasa anak-anak akan terbiasa hidup dengan system yang baik dan disiplin.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Tim IT MPAP Dorong Literasi Digital Pelajar melalui Pembelajaran Coding Berbasis Proyek

Menata Disiplin dan Kesadaran Diri: Pelajar Kelas 8 Al Madani Diperkenalkan Tata Kehidupan Asrama Berbasis L-STEAMS